Empat Daerah Pantura Teken Komitmen Pembangunan PSEL di Kota Pekalongan sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Empat daerah di wilayah Pantura Jawa Tengah yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang menandatangani surat pernyataan kesiapan pembangunan Instalasi Pengola

Kota Pekalongan - Empat daerah di wilayah Pantura Jawa Tengah yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang menandatangani surat pernyataan kesiapan pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL). Penandatanganan berlangsung di Dupan Square Kota Pekalongan, Selasa (24/02/2026), sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjawab persoalan darurat sampah di kawasan Pantura.

Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, Bupati Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, serta Pj. Sekda Kabupaten Batang Sri Purwaningsih. Momentum ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan empat daerah untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah modern berbasis teknologi ramah lingkungan yang mampu menghasilkan energi listrik.

Wali Kota Pekalongan menjelaskan, setelah penandatanganan ini masih akan ada satu tahapan lanjutan yakni penandatanganan bersama Gubernur Jawa Tengah sebagai penguatan komitmen di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan siap menyediakan lahan seluas lima hektare milik pemerintah kota yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan instalasi PSEL.

Dipilihnya Kota Pekalongan sebagai lokasi pembangunan didasarkan pada kesepakatan bersama karena dinilai memiliki akses paling mudah dan strategis dibanding tiga daerah lainnya. Dengan posisi yang berada di jalur utama Pantura, distribusi dan pengangkutan sampah dari masing-masing daerah diharapkan dapat berjalan efektif dan efisien.

Pembangunan dan operasional PSEL nantinya akan difasilitasi oleh PT Green Solution Energi, termasuk penyediaan teknologi serta armada pengangkut sampah. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berharap persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.


Berikan Pendapat Anda