Kota Pekalongan
KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan terus memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu di Hotel Nirwana, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini mendorong implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar layanan dasar semakin terpadu dan mudah diakses masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.
Saat ini, 418 Posyandu telah dideklarasikan sebagai Posyandu 6 SPM dan memiliki SK. Untuk memperkuat pelaksanaannya, empat Posyandu ditetapkan sebagai pilot project dan mendapat dukungan operasional. Para kader juga diperkenalkan dengan PIC masing-masing bidang agar laporan dan pengaduan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Pertemuan ini bertujuan menyinergikan seluruh bidang, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mengoptimalkan peran Posyandu dalam mendukung pencapaian SPM,” ujar Puji.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan bahwa transformasi tersebut mengubah Posyandu menjadi ruang pelayanan terpadu yang tidak lagi identik dengan urusan kesehatan.
“Keberhasilan Posyandu 6 SPM membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak. Tim Pembina harus aktif mendampingi, memonitor, dan memastikan pengaduan masyarakat ditindaklanjuti,” katanya.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor, Posyandu diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi pintu masuk pelayanan dasar yang terpadu di Kota Pekalongan. (Ist)