Cegah Infeksi Cacingan dan Stunting, Puskesmas Dukuh Kota Pekalongan Berikan Obat Cacing untuk 3.525 Anak

Petugas Puskesmas Dukuh Kota Pekalongan sedang memberikan obat cacing kepada salah satu anak, dalam rangka Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)

KOTA PEKALONGAN – Sebagai upaya meningkatkan kesehatan anak dan mencegah penyakit akibat cacingan, Puskesmas Dukuh Kota Pekalongan melaksanakan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kecacingan bagi ribuan anak di wilayah kerjanya. Tahun ini, kegiatan tersebut menargetkan 3.525 anak usia 1 hingga 12 tahun.

 

Petugas P2 Puskesmas Dukuh, Hanna, menjelaskan bahwa kegiatan POPM bertujuan untuk membasmi dan mencegah infeksi cacing yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak serta memicu gangguan kesehatan seperti stunting, anemia, dan kekurangan gizi.

 

 “Obat cacing diberikan rutin setiap enam bulan sekali. Tahun ini tahap pertama sudah kami lakukan sekitar April atau Mei, sedangkan tahap kedua berjalan sejak awal Oktober,” ujar Hana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (31/10/2025).

 

Menurutnya, pelaksanaan POPM dimulai dari Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD dan MI), dilanjutkan ke Kelompok Bermain (KB) dan aman kanak-kanak (TK), serta terakhir di posyandu bagi anak balita. Petugas puskesmas mendatangi langsung sekolah-sekolah dan posyandu untuk membagikan obat sesuai jumlah murid.

 

“Setiap sekolah kami beri kebebasan dalam teknis pelaksanaannya. Ada yang memilih minum obat bersama-sama, ada juga yang memilih membawa pulang obat untuk diminum di rumah bersama orang tua,” terangnya.

 

Sebelum pelaksanaan, pihak puskesmas juga memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan rajin mencuci tangan pakai sabun sebagai langkah pencegahan kecacingan.

 

Ia menyebut, untuk dosis pemberian obat cacing, anak usia 1–2 tahun diberikan 200 mg albendazol (setengah tablet), sedangkan anak usia 2–12 tahun diberikan 400 mg albendazol (satu tablet). Adapun untuk balita usia 1–5 tahun, pemberian obat dilakukan di posyandu masing-masing dengan bantuan kader kesehatan.

 

Hanna menambahkan, hingga kini tidak ada laporan efek samping seperti mual, muntah, atau alergi obat dari pelaksanaan POPM di wilayahnya.

 

 “Alhamdulillah, respon anak-anak dan orang tua sangat baik. Mereka kooperatif dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapan kami, orang tua semakin peduli terhadap kesehatan dan kebersihan anak, agar tumbuh kembangnya optimal,” pungkasnya.

 

Paramudya


Berikan Pendapat Anda