Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) ke-23 Tahun 2026 menjadi momentum BPJS Ketenagakerjaan memperkuat pelayanan proaktif dan memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Pe
KOTA PEKALONGAN – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) ke-23 Tahun 2026 menjadi momentum BPJS Ketenagakerjaan memperkuat pelayanan proaktif dan memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Pekalongan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Harpelnas di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Pekalongan, Jumat (4/9/2026), yang dihadiri Sekda Kota Pekalongan Nur Priyantomo, S.E., M.M.
Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan mengusung semangat “Proaktif Melayani”, perluasan kepesertaan, serta pemberdayaan peserta setelah menerima manfaat jaminan sosial.
Salah satu inovasinya ialah melibatkan mahasiswa KKN UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan sebagai duta edukasi jaminan sosial. Selain mendapat perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa dibekali literasi untuk mengedukasi masyarakat di lokasi KKN maupun saat magang.
Mahasiswa juga dapat membantu masyarakat mendaftar sebagai peserta melalui skema agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).
“Jadi tidak hanya menyampaikan literasi dan mengedukasi masyarakat. Ketika masyarakat ingin menjadi peserta, mereka juga bisa langsung mendaftar melalui mahasiswa yang bersangkutan,” ungkap perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Sekda Kota Pekalongan mengapresiasi pelayanan proaktif BPJS Ketenagakerjaan, termasuk pola jemput bola dalam membantu peserta maupun ahli waris mengurus klaim.
“Pelayanannya sangat prima. Orang yang bersangkutan tidak perlu datang ke sini karena karyawan BPJS Ketenagakerjaan sudah proaktif mendatangi sekaligus mengurus klaimnya. Dalam waktu maksimal tiga hari, uangnya sudah bisa diterima,” jelasnya.
Nur berharap kolaborasi Pemkot Pekalongan dan BPJS Ketenagakerjaan terus diperkuat, tidak hanya untuk memperluas perlindungan pekerja.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berhenti memberikan uang santunan, tetapi juga membina usaha. Usaha ini mungkin dimulai dari kecil dulu, sehingga nanti menjadi besar,” ungkapnya. (Ist)