Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, menyampaikan bahwa selama masa libur Lebaran, museum hanya akan tutup pada tanggal 20, 21, dan 22 Maret 2026.
KOTA
PEKALONGAN – Museum Batik Pekalongan memastikan tetap membuka
layanan bagi wisatawan yang ingin mengisi waktu libur Lebaran 2026 dengan
kegiatan edukatif. Pengunjung dapat memanfaatkan momen liburan untuk
mempelajari sejarah serta budaya batik pesisir yang menjadi bagian penting dari
identitas bangsa.
Meski terdapat penyesuaian jadwal operasional, pihak
museum menegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Beragam koleksi batik nusantara yang ditampilkan tidak hanya mencerminkan
kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga telah dikenal hingga ke kancah
internasional.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga,
menyampaikan bahwa selama masa libur Lebaran, museum hanya akan tutup pada
tanggal 20, 21, dan 22 Maret 2026.
“Pelayanan akan kembali dibuka secara normal pada 23
Maret 2026, dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB bagi
seluruh pengunjung,” ujarnya.
Selain menikmati koleksi tetap, pengunjung juga dapat
menyaksikan pameran kolaborasi khusus yang dihadirkan pada momen Lebaran tahun
ini. Pameran tersebut mengangkat tema perjumpaan antara tradisi dan
spiritualitas, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Melalui berbagai program tersebut, Museum Batik
Pekalongan berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan selama libur
Lebaran. Di sisi lain, upaya ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa bangga
masyarakat terhadap kekayaan intelektual batik yang terus eksis dan berkembang
melintasi zaman.
(
Paramudya )