Petugas Dinperkim Kota Pekalongan lakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem sekaligus menyiapkan rencana tindak lanjut perbaikan
Kota
Pekalongan – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim)
Kota Pekalongan terus memfokuskan langkah pendataan dan koordinasi penanganan
pasca cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan angin puting beliung di
berbagai wilayah Kota Pekalongan.
Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi saat
ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026) menuturkan bahwa sejak terjadinya
cuaca ekstrem, pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan lapangan,
khususnya di kawasan Binagriya dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk
memastikan kondisi rumah warga yang terdampak sekaligus menyiapkan rencana
tindak lanjut perbaikan.
Menurutnya, banjir tercatat melanda sejumlah
kelurahan, antara lain Tirto, PKK, Pringrejo, Podosugih, Bendan Kergon,
Banyurip, Buaran, Kradenan, Klego, Poncol, Kalibaros, Gamer, Padukuhan Kraton,
Bandengan, Panjang Baru, Panjang Wetan, Degayu, dan Krapyak. Sementara itu,
angin puting beliung berdampak di Kelurahan Kuripan Yosorejo, Sapuro Kebulen,
dan Medono.
Di Kelurahan Kuripan Yosorejo, tercatat tiga unit
rumah mengalami kerusakan, dengan satu rumah rusak berat dan dua rumah rusak
sedang. Selain itu, laporan terakhir juga mencatat satu unit rumah roboh di
Kelurahan Podosugih serta rumah warga di Kelurahan Pringrejo yang tertimpa
pohon akibat cuaca ekstrem.
Ia mengatakan bahwa seluruh data kerusakan tersebut
telah dihimpun sebagai dasar penyusunan usulan bantuan ke Pemerintah Provinsi.
Usulan ini mencakup rencana perbaikan, pembangunan kembali rumah warga
terdampak, hingga peningkatan kualitas hunian agar lebih layak dan aman.
“Pendataan ini menjadi langkah penting agar
penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Kami berharap usulan yang
diajukan dapat segera diakomodasi sehingga proses perbaikan dapat berjalan,”
ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta pihak kelurahan untuk memastikan proses penanganan berjalan berkelanjutan. Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi kerusakan di lingkungan masing-masing. (Paramudya)