Peringatan Pertempuran 3 Oktober, Wali Kota Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Pahlawan

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf) menegaskan, peringatan Pertempuran 3 Oktober penting untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan lokal kepada generasi

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan kembali mengenang perjuangan rakyat dalam Upacara Peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 di Monumen Juang Kota Pekalongan, Sabtu (3/10) malam. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan semakin menghidupkan sejarah melalui pertunjukan drama kolosal yang mereka ulang aksi heroik masyarakat Pekalongan dalam merebut kemerdekaan.

Drama tersebut menampilkan detik-detik penurunan bendera Jepang hingga pengibaran Sang Saka Merah Putih, sekaligus menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf) menegaskan, peringatan Pertempuran 3 Oktober penting untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan lokal kepada generasi penerus.

“Ini harus kita peringati terus setiap tanggal 3 Oktober supaya generasi penerus kita tidak lupa dan tahu bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan Kota Pekalongan pada waktu itu,” ujar Aaf.

Menurutnya, perjuangan merebut kemerdekaan lahir dari persatuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat biasa. Semangat tersebut dinilai relevan untuk diterapkan generasi muda dalam mengisi kemerdekaan saat ini.

“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan para pahlawan ini. Tanpa dikomando, tanpa dipaksa, dan tanpa dibayar, semuanya bersatu,” tegasnya.

Aaf mengajak generasi muda tidak berhenti pada kritik, tetapi turut mengambil peran melalui kontribusi nyata, dimulai dari lingkungan terdekat.

“Berbuat dulu untuk diri kita, keluarga kita, kota kita, dan negara kita. Berbuat dulu, baru yang lain,” pungkasnya. (Ist)


Berikan Pendapat Anda