Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan Hadiri Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026

Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., bersama Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., hadiri kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026

KOTA PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., bersama Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., menghadiri kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Turut mendampingi perwakilan Polres Pekalongan Kota, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pekalongan.                   


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diikuti oleh pemerintah daerah se-Eks Karesidenan Pekalongan dan Tegal yang meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.                         


Mengusung tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah”, forum ini menjadi wadah penyelarasan arah pembangunan daerah dalam penyusunan rencana pembangunan tahun 2027. Dalam arahannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa potensi unggulan daerah harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru.                      


Menurutnya, sektor pariwisata yang dikelola secara berkelanjutan serta penguatan ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah. Luthfi juga mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.                          


Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang luas.                 


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekalongan menyampaikan bahwa Rembug Pembangunan merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.                 


“Alhamdulillah, hari ini kita mengikuti Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini semakin memperkuat upaya bersama dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Pekalongan," ucapnya.                     


Menurutnya, dengan sinergi yang baik, berbagai kebutuhan dan potensi daerah dapat diselaraskan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Hasil forum tersebut dia harapkan mampu melahirkan program-program pembangunan yang tidak hanya sesuai perencanaan, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.                 


Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Jateng. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah. 


Luthfi juga mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dan mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.                 


Sejalan dengan hal tersebut, Pemkot Pekalongan berharap hasil Rembug Pembangunan 2026 dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Tidak hanya bagi Kota Pekalongan, tetapi juga bagi kemajuan Jawa Tengah secara keseluruhan.                     


“Kami menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkas Balgis. (*)


Berikan Pendapat Anda