Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj Balgis Diab, menutup Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bagi Paskibraka Kota Pekalongan Tahun 2025 yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan (Gues
KOTA PEKALONGAN – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj Balgis Diab, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai cinta tanah air.
Hal tersebut disampaikannya usai memberikan pengarahan dalam kegiatan Penutupan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bagi Paskibraka Kota Pekalongan Tahun 2025 yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan (Guest House), Kamis sore (9/4/2026).
Dalam pengarahannya, Wawalkot Balgis menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk membekali generasi muda dengan pemahaman kebangsaan yang kuat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pengarahan ini dilaksanakan oleh jajaran Bakesbangpol dan Pemerintah Kota Pekalongan dalam rangka terus memperkuat wawasan kebangsaan para anggota Paskibraka sebagai generasi muda di Kota Pekalongan. Harapannya, melalui kegiatan ini semakin tumbuh rasa cinta tanah air, serta mereka mampu menjadi agen perubahan bagi teman-temannya,” ujarnya.
Menurutnya, para Paskibraka tidak hanya memiliki peran simbolis dalam upacara kenegaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk mentalitas dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
“Generasi muda harus memiliki karakter kuat, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Mereka harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta berkontribusi positif dalam pembangunan Kota Pekalongan,” tambahnya.
Selain itu, Wawalkot Balgis juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Ia berharap para pemuda terus meningkatkan iman dan ketakwaan agar senantiasa mendapatkan perlindungan dalam menjalankan aktivitasnya.
“Di era digital saat ini, anak-anak muda juga harus bijak dalam menggunakan media sosial. Gunakan untuk hal-hal positif, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekalongan, Teguh Waluyo, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak 70 anggota Paskibraka Tahun 2025. Kegiatan ini dikemas secara terpadu dengan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.
“Acara ini kita kemas dalam bentuk sosialisasi wawasan kebangsaan dengan menghadirkan narasumber dari Kodim, Polres, dan Kejaksaan. Tujuannya untuk mempertebal pemahaman kebangsaan para purna Paskibraka,” jelas Teguh.
Ia menambahkan, materi yang diberikan meliputi berbagai aspek penting, seperti bahaya narkoba yang disampaikan oleh pihak kepolisian, pemahaman nilai-nilai Pancasila oleh Kejaksaan, serta wawasan kebangsaan dari Kodim.
“Harapannya, adik-adik Paskibraka ini tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi pelopor dalam gerakan bebas narkoba serta pengamalan Pancasila di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Teguh juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menyikapi maraknya informasi hoaks di media sosial. Ia mengimbau agar para pemuda tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Kita tekankan kepada anak-anak muda untuk tidak langsung menerima informasi dari media sosial tanpa konfirmasi. Saring sebelum sharing, agar tidak terjebak dalam penyebaran berita hoaks,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwa Bakesbangpol terus berupaya menekan angka kenakalan remaja melalui berbagai program sosialisasi yang melibatkan berbagai stakeholder, seperti Polres dan Kodim.
Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai perilaku negatif di kalangan remaja, seperti penggunaan petasan, perang sarung, hingga aktivitas lain yang tidak bermanfaat.
“Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada generasi muda. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kami berharap dapat mencegah kenakalan remaja sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para anggota Paskibraka tidak hanya menjadi simbol kedisiplinan dan nasionalisme, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
"Mereka juga diharapkan mampu menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kota Pekalongan,"pungkasnya. (*)