Ayo Membaca Kota Pekalongan Diikuti 1.100 Peserta, Perkuat Budaya Literasi dan Parenting di Era Digital

Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan, peningkatan partisipasi tersebut menjadi dorongan untuk terus menumbuhkan kebiasaan membaca, tidak hanya melalui kegiatan bersama, tetapi j

Kota Pekalongan – Kegiatan Ayo Membaca Kota Pekalongan kembali menggelorakan budaya literasi dengan melibatkan 1.100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 peserta, berlangsung di halaman Perpustakaan Daerah, Sabtu (10/10/2026).


Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan, peningkatan partisipasi tersebut menjadi dorongan untuk terus menumbuhkan kebiasaan membaca, tidak hanya melalui kegiatan bersama, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.


Ia berharap, kegiatan membaca selama 15 menit dapat menjadi langkah nyata untuk menambah wawasan, meningkatkan kemampuan literasi, serta membangun kembali semangat membaca di tengah masyarakat.


“Harapannya, kegiatan Ayo Membaca ini tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi juga dibawa hingga ke rumah masing-masing. Kegiatan membaca harus menjadi kebiasaan rutin, bukan hanya dilakukan hari ini, tetapi juga besok, lusa, dan seterusnya,” ungkapnya.


Inggit melihat antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan hingga akhir acara menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan budaya literasi di Kota Pekalongan.


Selain membaca bersama, kegiatan tersebut juga diisi talkshow parenting dengan menghadirkan Bunda Literasi Kota Pekalongan dan psikolog Harap Cendekiawan, S.Psi. Diskusi ini membahas pola pengasuhan anak di era digital, termasuk pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah perkembangan teknologi.


Melalui talkshow tersebut, Inggit berharap para orang tua dapat memperoleh pemahaman dan wawasan baru dalam menerapkan pola asuh yang tepat, sekaligus menghadapi berbagai tantangan pengasuhan yang berkembang di masyarakat.


Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Gufron Faza, Kepala Dinas Pendidikan, Mabruri, perwakilan Kantor Kementerian Agama, Ketua Pokja II TP PKK, Bunda Literasi tingkat kecamatan dan kelurahan, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), serta perwakilan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) dan Forum TBM. (*)


Berikan Pendapat Anda