Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., turut mengikuti jalan sehat dengan busana bernuansa batik untuk
KOTA PEKALONGAN – Ratusan warga memeriahkan Batik Fun Walk Pesindon Batik Vibes 2026 bertajuk “Mlaku Bareng Mas Wali” di Kampung Batik Pesindon, Sabtu (31/10/2026). Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., turut mengikuti jalan sehat dengan busana bernuansa batik untuk menyemarakkan Hari Batik Nasional.
Wali Kota yang akrab disapa Mas Aaf itu mengapresiasi kreativitas warga mengenakan batik dengan beragam gaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cara menarik untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik sekaligus menjaga eksistensi Kampung Batik Pesindon.
“Jalan sehat biasanya menggunakan pakaian olahraga, tetapi kali ini seluruh peserta mengenakan busana bertema batik dengan kreasi masing-masing. Ini menjadi warna baru dalam peringatan Hari Batik Nasional,” ujarnya.
Mas Aaf menambahkan, kegiatan di kampung batik perlu terus digelar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Rangkaian Pesindon Batik Vibes 2026 juga mencakup talkshow, seminar, dan kirab batik.
Di tengah persaingan dengan produk impor, ia berharap kebijakan perdagangan dapat lebih memperhatikan keberlangsungan UMKM batik lokal. Pemkot Pekalongan juga berencana melakukan audiensi dengan anggota DPR RI untuk membahas upaya memperkuat daya saing industri batik dalam negeri.
“Harapannya, kebijakan impor bisa dikaji kembali, terutama produk-produk yang berdampak terhadap UMKM kita, termasuk batik,” jelasnya.
Mas Aaf turut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga masa depan batik, baik melalui keterampilan membatik, inovasi desain, maupun pemasaran digital. Edukasi dan lomba membatik yang melibatkan pelajar hingga masyarakat umum menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan terhadap batik sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pekalongan mendorong pelestarian batik berjalan beriringan dengan penguatan UMKM agar batik Pekalongan tetap lestari, inovatif, dan berdaya saing. (Ist)