Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., membuka Program Review Penataan Kawasan Kumuh dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Ruang Buketan, Setda Kota Pekalongan, Ju
KOTA PEKALONGAN – Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., membuka Program Review Penataan Kawasan Kumuh dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Ruang Buketan, Setda Kota Pekalongan, Jumat (23/10/2026). Evaluasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas program agar penanganan permukiman semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Balgis menegaskan, penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi RTLH merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Keberhasilan pembangunan, menurutnya, tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dibangun, tetapi juga manfaat yang dirasakan warga.
“Pembangunan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan kawasan kumuh perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari sanitasi, drainase, akses air bersih, dan pengelolaan sampah hingga kondisi sosial ekonomi warga. Karena itu, program harus terintegrasi dengan pembangunan sektor lain untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Balgis juga meminta evaluasi menjadi dasar perbaikan kebijakan, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Koordinasi lintas sektor, akurasi data, serta keselarasan perencanaan dan penganggaran perlu diperkuat agar bantuan dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Analis Kebijakan Ahli Madya BKPSDN Kemendagri Jerry Walo, perwakilan Yayasan Nusantara Sejati (YNS), Kepala Bapperida, serta Kepala Dinperkim Kota Pekalongan.
Melalui program review ini, Pemkot Pekalongan berharap menghasilkan rekomendasi konkret dan terukur untuk memperkuat penanganan kawasan kumuh dan rehabilitasi RTLH secara terpadu, sehingga kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (Ist)