Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa pameran menampilkan karya 14 pembatik yang memperhatikan aspek lingkungan. Pengunjung juga dapat mengenal teknologi pe
KOTA PEKALONGAN – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, mengunjungi Pameran Kolaborasi Museum Batik dengan Green Batik Pekalongan bertajuk “Menjaga Tradisi, Merangkul Inovasi” di Museum Batik Kota Pekalongan, Jumat (23/10/2026). Kunjungan ini memperkuat kolaborasi pelestarian batik dengan inovasi ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa pameran menampilkan karya 14 pembatik yang memperhatikan aspek lingkungan. Pengunjung juga dapat mengenal teknologi pengolahan air limbah batik agar bisa dimanfaatkan kembali.
Melalui kerja sama dengan Pemerintah Belanda, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) mini diperkenalkan sebagai proyek percontohan untuk mengurangi pencemaran air dari produksi batik.
“Pemerintah Kota Pekalongan akan melakukan kajian lebih lanjut agar program ini berkelanjutan. Harapannya, IPAL ini tidak hanya menjadi model di beberapa tempat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh para pembatik di Kota Pekalongan,” ujar Balgis.
Marc Gerritsen mengapresiasi upaya Pekalongan memadukan budaya dan inovasi. Kolaborasi dengan industri batik dan perguruan tinggi dinilainya membuka peluang mengembangkan produksi berkelanjutan tanpa meninggalkan tradisi.
“Ini adalah proyek percontohan yang mungkin dapat direplikasi di tempat lain, karena membuat industri batik lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini merupakan contoh luar biasa tentang bagaimana tradisi dapat digunakan untuk berinovasi,” ungkapnya.
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, S.Sn., M.M., menambahkan bahwa pembinaan UMKM batik turut mendorong penggunaan pewarna alami dari daun, bunga, dan kayu. Pembatik yang menggunakan pewarna kimia juga diimbau memiliki IPAL untuk mengolah limbah produksi.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Pekalongan berharap industri batik semakin berdaya saing sekaligus mengurangi pencemaran, sehingga keberlangsungan usaha pembatik dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Ist)