Bunda PAUD Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, menyampaikan bahwa meskipun capaian PAUD terus berkembang, masih diperlukan strategi untuk menjangkau anak-anak usia dini yang belum mengakses pendidikan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mulai dari perluasan jangkauan layanan hingga peningkatan kompetensi guru. Upaya ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Mini Grand Design PAUD Kota Pekalongan Tahun 2026 di Aula Gedung PGRI Kota Pekalongan, Selasa (13/10/2026).
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, menyampaikan bahwa meskipun capaian PAUD terus berkembang, masih diperlukan strategi untuk menjangkau anak-anak usia dini yang belum mengakses pendidikan.
“Harapannya, kita bisa menyusun strategi agar anak-anak yang belum masuk PAUD dapat terjangkau layanan pendidikan. Kita menggandeng Posyandu melalui program penjaringan PAUD untuk mendukung Wajib Belajar 13 Tahun,” ujarnya.
Selain perluasan akses, pemerataan fasilitas PAUD negeri juga menjadi perhatian, khususnya di Kecamatan Pekalongan Selatan yang belum memiliki PAUD negeri. Pemerintah daerah tengah mempersiapkan survei lahan sebagai tindak lanjut peluang bantuan dari kementerian.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik turut menjadi prioritas. Pemkot Pekalongan mendorong guru PAUD memenuhi kualifikasi pendidikan S1 yang linier dengan bidang PAUD. Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pendidikan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 juta untuk beasiswa guru PAUD.
Melalui penyusunan Mini Grand Design PAUD 2026, Pemkot Pekalongan berharap strategi pengembangan PAUD selama tiga tahun ke depan dapat lebih terarah. Dengan akses yang semakin merata, fasilitas yang memadai, dan guru yang kompeten, semakin banyak anak di Kota Pekalongan diharapkan memperoleh layanan pendidikan berkualitas sejak usia dini sebagai fondasi tumbuh kembang dan masa depan mereka. (Ist)