Kota Pekalongan - Proses vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah terus digenjot. Begitupun dengan vaksinasi untuk kaum lanjut usia (lansia) dalam rangka mengejar target capaian vaksinasi di daerah itu.
Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE mengungkapkan bahwa, cakupan vaksinasi bagi lansia di Kota Pekalongan tergolong paling minim di Jawa Tengah. Sehingga, hal ini tentu membuat pemerintah terus mencari cara dalam melakukan percepatan vaksinasi bagi lansia yang merupakan salah satu kelompok yang paling rentan tertular virus Covid-19.
“Vaksinasi terus digenjot oleh pemerintah terutama vaksinasi lansia di Kota Pekalongan ini masih minim dan paling sedikit se-Jawa Tengah. Kita masih genjot bagaimana mencari formulanya yang sedikit diubah,” tegas Aaf,sapaan akrabnya, usai kegiatan ziarah rombongan bersama Koarmada II Laksda TNI AL,bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Prawira Reksa Negara,Minggu siang(3/10/2021).
Menurut Aaf, Pemkot Pekalongan telah melakukan berbagai cara untuk mempercepat program vaksinasi bagi lansia mulai dari keliling ke kelurahan-kelurahan atau puskesmas masing-masing untuk proses penyuntikan vaksinasi hingga vaksinasi door to door oleh tim vaksinator dan perangkat kelurahan setempat. Namun,hal tersebut sejauh ini dinilai belum berhasil untuk memenuhi cakupan vaksinasi lansia yang telah ditetapkan. Berbeda dengan vaksinasi lansia, Aaf menilai,saat ini vaksinasi bagi pelajar dan masyarakat sudah terpenuhi target.
“Pasalnya untuk prosentase vaksinasi lansia dari target masih sekitar 60 persen,sementara targetnya 150 persen. Mudah-mudahan kekurangan ini bisa terus dikejar tetapi memang sepertinya vaksinasi lansia ini perlu kerja keras untuk memenuhi target tersebut,” papar Aaf.
Lebih lanjut,Aaf menyebutkan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya vaksinasi terhadap lansia di wilayah Kota Pekalongan, diantaranya berkaitan dengan kondisi kesehatan para lansia dan banyaknya lansia yang enggan datang ke lokasi vaksinasi.
“Kendala adalah mereka sudah lansia dan memiliki penyakit penyerta (kormobit),tidak boleh keluarganya untuk divaksin, karena keluarganya khawatir akan efeknya setelah divaksinasi. Tetapi,sebetulnya di Kota Pekalongan belum ada kasus lansia yang usai divaksin terus mengalami permasalahan kesehatan yang serius . InshaAllah vaksinasi ini aman dan tidak ada masalah,sejauh pada waktu mereka divaksinasi keadaannya sehat. Terkait stok vaksinasi,aman-aman tidak,kita masih kejar-kejaran terus,saat ini saja kita habiskan stok yang ada di Kota Pekalongan untuk mengejar vaksinasi. Saat ini Kota Pekalongan masih bertahan dalam level 2 PPKM Jawa-Bali,jangan sampai vaksinasinya tidak berjalan lancar,akhirnya kita harus turun ke level 3,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)