Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Semangat memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus meningkatkan kualitas seni musik religi di kalangan pelajar dan masyarakat diwujudkan melalui Festival Lomba Hadroh Al-Banjari dan Rebana se-Kota Pekalongan Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhirah tersebut memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Pekalongan Tahun 2026, berlangsung di aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa (8/9/2026).
Festival tersebut diikuti sembilan grup peserta, terdiri atas empat grup kategori pelajar dan lima grup kategori umum. Kompetisi ini menjadi ruang bagi para pelajar maupun masyarakat untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kemampuan bermusik, serta mempererat silaturahmi antarkelompok hadroh dan rebana di Kota Pekalongan.
Ketua Panitia Festival Lomba Hadroh Al-Banjari dan Rebana, Mudzakiron mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil persiapan yang telah dilakukan selama sekitar tiga bulan. Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiah dan meningkatkan kualitas permainan rebana.
“Tujuan acara ini dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiah antara para grup rebana, kemudian untuk meningkatkan kualitas dalam bermain rebana,” katanya.
Ia menyampaikan, jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang mencapai 13 grup. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi keterbatasan waktu karena bertepatan dengan waktu efektif kegiatan belajar dan bekerja.
Meski demikian, antusiasme peserta tetap terlihat. Bahkan, sejumlah peserta dari kalangan ibu-ibu tetap berupaya mengikuti perlombaan meskipun harus menyesuaikan dengan kesibukan masing-masing.
“Kalau ditanya, mereka sebenarnya ingin waktunya hari libur, hari Jumat atau hari Minggu. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar tahun depan pelaksanaannya bisa lebih baik dan pesertanya kembali meningkat,” tandasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, keberadaan Piala Bergilir Wali Kota Pekalongan diharapkan dapat mendorong keberlanjutan festival tersebut pada tahun-tahun berikutnya. Para pemenang juga memperoleh dana pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto yang hadir mewakili Wali Kota Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, lomba hadroh Al-Banjari dan rebana memiliki nilai positif karena memberikan ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengembangkan seni bernuansa keislaman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan tahun ini juga mengalami pengembangan lokasi. Jika sebelumnya kegiatan dilaksanakan di lingkungan Yayasan Tarbiyatuddunya Wal-Akhirah di Medono, tahun ini penyelenggaraan dipusatkan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat karena cakupannya telah meningkat menjadi tingkat kota.
“Karena ini tingkat kota, maka dikembangkan pelaksananya di Kecamatan Pekalongan Barat. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini bisa terlaksana lebih meriah lagi,” jelasnya.
Ia berharap festival tersebut dapat terus digelar dan dikembangkan, terlebih dengan adanya Piala Bergilir Wali Kota Pekalongan. Ke depan, penyelenggaraan diharapkan dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta. (Ist)