Panen Ke-4 Padi Biosalin, Lahan Bekas Rob Kembali Produktif

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M. menyampaikan, lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan rob kini dapat kembali produktif berkat pengembangan varietas padi yang tahan air pa

Kota Pekalongan — Upaya revitalisasi lahan bekas rob di Kota Pekalongan membuahkan hasil. Panen keempat padi biosalin sekaligus penyerahan wakaf produktif benih padi biosalin digelar di Kelurahan Degayu, Rabu (12/8/2026). Hingga kini, pengembangan padi biosalin telah mencapai 56 hektare dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Pekalongan. Kegiatan turut dihadiri Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, S.I.K., M.Si., Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kota Pekalongan Andy Arslan Djunaid, serta Forkopimda Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M. menyampaikan, lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan rob kini dapat kembali produktif berkat pengembangan varietas padi yang tahan air payau. “Alhamdulillah sudah panen keempat dan sekitar 56 hektare sudah ditanam serta dipanen. Ini patut kita syukuri karena lahan bekas rob bisa kembali produktif dan turut mendukung ketahanan pangan Kota Pekalongan.” ungkap Aaf. Pemkot juga mendorong pembangunan pusat pembenihan biosalin di Pekalongan agar ketersediaan benih lebih cepat dan pengembangan lahan ekstrem di kawasan Pantura dapat diperluas secara bertahap.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala mengatakan, kolaborasi pengembangan biosalin terus berkembang. Dari awalnya satu kelompok, kini menjadi empat kelompok dengan lebih dari 70 anggota, sementara produktivitas panen mencapai sekitar 6,6 ton per hektare, di atas rata-rata nasional sekitar 6,3 ton per hektare. “Produktivitasnya luar biasa dan sudah di atas rata-rata nasional. Pusat pembenihan di sini akan sangat membantu mendukung pengembangan lahan-lahan ekstrem di sepanjang Pantura.” ujar Bimala.

Penguatan program juga diwujudkan melalui wakaf produktif yang dihimpun MES Kota Pekalongan. Dalam waktu kurang dari sepekan terkumpul sekitar Rp74 juta untuk mendukung pembenihan padi biosalin. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan Kota Pekalongan sebagai Kota Wakaf, sekaligus membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan produktif di tengah tantangan rob. (Ist)


Berikan Pendapat Anda