Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat kolaborasi dalam pembinaan warga binaan dengan menandatangani Nota Kesepakatan oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan Kepala Kanwil Ditjen Pe
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat kolaborasi dalam pembinaan warga binaan dengan menandatangani Nota Kesepakatan oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, bersama 12 perangkat daerah di Lapas Kelas IIA Pekalongan, Rabu (9/7/2025).
Wali Kota yang akrab disapa Aaf mengatakan, pembinaan warga binaan harus dilakukan secara menyeluruh agar mereka memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan berbagai perangkat daerah diharapkan dapat memperluas jenis pelatihan, pendampingan, hingga pemberdayaan yang diberikan.
“Potensi warga binaan sangat besar. Tugas kita adalah membantu mengembangkan potensi tersebut agar setelah selesai menjalani masa pembinaan mereka memiliki keterampilan, percaya diri, dan mampu hidup mandiri,” ujarnya.
Menurut Aaf, keberhasilan proses reintegrasi tidak hanya ditentukan oleh program di dalam lapas, tetapi juga penerimaan masyarakat. Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membuka ruang bagi warga binaan yang ingin memperbaiki kehidupan.
“Mereka telah menjalani proses pembinaan. Ketika kembali ke masyarakat, sudah seharusnya kita memberi kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan sejatinya telah berjalan baik. Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Selain penandatanganan nota kesepakatan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan serta kepada masyarakat sekitar lapas sebagai wujud kepedulian sosial.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Pekalongan berharap pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.